Skip to main content

Tempat Koin /Wadah Serbaguna

Tempat Koin /Wadah Serbaguna

Jutaan sampah dari botol plastik banyak kita temui sehari-hari namun sayangnya bahan plastik susah untuk diuraikan oleh tanah. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mendaur ulang. Berbagai kerajinan dari botol bekas dapat diciptakan, salah satunya adalah daur ulang botol bekas kemasan minuman bersoda menjadi dompet koin yang cantik berikut ini.



Alat dan Bahan:

    pisau
    pelubang sabuk
    gunting
    jarum
    2 botol bekas minuman bersoda
    1 zipper / ritsleting
    benang senar



Cara membuat:


    1. Pertama, potong bagian bawah dari botol dan rapikan, kemudian di sepanjang bagian bawah lubangi dengan pelubang sabuk (bisa juga dengan jarum yang besar) dengan jarak yang sama. Sebaiknya jangan terlalu dekat
    2. Jahit resleting dengan menggunakan benang senar dengan cara memasukkan jarum pada tiap lubang.. Sebelum menjahit, ritsleting dalam keadaan terbuka.
    3. Jahit bagian bawah terlebih dahulu kemudian dilanjutkan bagian atas.
    4. Setelah selesai, rapikan ujung ritsleting.

Semoga Manfaat..
Setelah baca,.. mohon klik iklan dibawah ini yah..
Terima kasih,, Semoga Tuhan memberkahi kita..


Comments

Popular posts from this blog

Makna Kembang Setaman

MAKNA BUNGA " kembang staman "  dalam Sesaji Jawa  Kembang setaman versi Jawa" terdiri dari beberapa jenis bunga Yakni : Mawar, Melati, kanthil & Kenanga. Mengenal Berbagai Simbol Penghormatan Dalam falsafah hidup Jawa, berbakti kepada kedua orang tua dan para leluhur yang menurunkan adalah suatu ajaran yang diagungkan. Orang Jawa yang memahami hakekat hidup, tentunya akan sangat memahami apabila kesuksesan lahir dan batin tak akan bisa diraih apabila kita menjadi seorang anak atau generasi penerus yang durhaka kepada orang tua dan para leluhur yang menurunkannya. Ungkapan rasa berbakti, tidak hanya diucapkan dalam ikrar doa-doa puji-pujian yang ditujukan kepada leluhurnya. Salah satu wujud konkrit rasa berbakti tersebut adalah berupa sesaji, yang dimaksud sebagai persembahan atas segala rasa hormat dan rasa terimakasih tak terhingga kepada para leluhur yang telah wafat yang mana semasa hidupnya telah berjasa memberikan warisan ilmu, harta-benda, dan lingku...

KAJIAN HARI Menurut Ilmu Jawa

PASARAN Pasaran berasal dari kata dasar “pasar”, mendapat akhiran –an . Pasaran adalah sirklus mingguan yang berjumlah 5 hari. Yaitu Legi, Paing, Pon, Wage dan Kliwon. Disebut pasaran karena sistem ini lazim dipakai untuk membagi hari buka pasar (tempat jual beli) yang berada di 5 titik tempat. Pada jaman dahulu salah satu sistem pemerataan perekonomian rakyat diatur dengan pembagian tempat jual beli (pasar). Yang berjumlah 5 titik tempat mengikuti arah mata angin (Timur, Selatan, Barat, Utara dan Tengah). Pasar Legi berada di Timur, Pasar Pahing berada di Selatan, Pasar Pon di Barat, Pasar Wage di Utara dan Pasar Kliwon berada di pusat / tengah kota. Pasar ini buka secara bergantian, mengikuti sirklus pasaran (pancawara) tersebut. Sedangkan dalam masyarakat Melayu Islam, tempat jual beli (pasar) disebut pekan. Dan hari pasar memakai sirklus mingguan yang berjumlah 7 hari (Senin, Selasa dst). Misalnya ada Pasar Minggu, Pasar Senen dan seterusnya. Oleh ...

Filosofi Jawa

Orang Jawa pada jaman dahulu selalu mempergunakan FILOSOFI/ UNEN-ENEN untuk menata kehidupan sehari-hari. Dan menerapkannya, maka dari itulah orang Jawa kuno terlihat lebih SANTUN daripada orang Jawa sekarang yang sudah terpengaruh oleh MODERNISASI, yang lebih mengutamakan EGO  daan kesenangan diri sendiri karena hanya mempelajari ilmu di bangku sekolah saja. Mungkin perlu adanya pembelajaran pada anak muda sekarang tentang MAKNA DAN ARTI HIDUP yang sejati dengan bantuan Filosofi Jawa Kuno. Sering terdengar perkataan yang terlontar dari orang-orang Jawa tua untuk anak2 muda sekarang WONG JOWO NANGING ORA JAWANI  yang artinya Orang Jawa tetapi tidak mengerti dan memahami makna dan tatanan kebaikan .  Di bawah ini sedikit dari Filosofi Jawa yang mungkin bisa mengingatkan dan membuka hati kita semua tentang keindahan FILOSOFI JAWA  yang masih cocok untuk diterapkan di sepanjang jaman. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanp...